Explore

Selasa, 15 November 2016

PPAN 2015 ! Jawa Tengah dan Power Ranger !

Tempo hari saya sudah share tentang pengalaman tentang tes untuk program Pertukaran Pemuda Antar Negara atau sering disebut PPAN. Naaaah setelah lolos seleksi 5 besar dan dinobatkan sebagai kandidat utama untuk berangkat mengikuti program, kami delegasi Jawa Tengah diberikan semacam pembekalan atau istilahnya adalah Pre-Departure Training.

Yoooooi, tahun 2015 Jateng punya 5 delegasi untuk 5 tujuan negara. Kenapa judulnya Jawa Tengah dan Power Ranger, tidak lain tidak bukan karena delegasi Jawa Tengah 2015 memiliki komposisi 3 laki-laki dan 2 perempuan, mirip abis sama komposisi power ranger ! hahahaa, ya emang di pas-pas in sebenernya. Daaaaaaan, saya kena jatah jadi RANGER BIRU dengan tugas dan fungsi melawan kejahatan !

Power Ranger Jateng ada siapa aja?




Briliani (Indonesia-China Youth Exchange Program) - Dhito (Ship for South East ASIAN Youth Program) - Putri (Indonesia-Malaysia Youth Exchange Program) - Dwiyan (Asian Student Visit India),
daaan saya sendiri untuk Indonesia-Korea Youth Exchange Program.



Power Ranger dengan personil tambahan,
kabarnya geng senior ini namanya Kungfu Panda!


Kamis, 20 Oktober 2016

Weekend dan Bandung !

Habis makan malam pulang dari kantor saya lagi chat dengan teman seperjuangan semasa garap event di Solo sekaligus dosen saya di kampus (meskipun bukan mahasiswanya secara langsung) yang tidak lain tidak bukan juga anggota Matchavora. Katanya, udah kerja di ibu kota, kalau mau jalan-jalan mengusir kebosanan karena rutinitas, kabur ke Bandung bisa menjadi pilihan. "Udah kerja di Jakarta kok ga ke Bandung, sebulan sekali gitu," kata teman seperjuangan saya itu, haha.

Tebing Keraton - Tempat yang lagi hits banget di Bandung


Saya sendiri suka dengan kota Bandung. Tahun kemarin program IKYEP saya juga di Bandung bersama dengan delegasi Korea Selatan. Pokoknya intinya ga ada bosen dah mau ke Bandung. Berhubung tiket kereta ke Bandung juga murah, saya putuskan untuk jalan ke Bandung. Ternyata nih, jadwal saya jalan ke Bandung ngepas banget sama jadwal teman seperjuangan saya tadi yang sedang ada acara di sana. Jadilah saya jalan-jalan sekaligus ketemu, sekaligus pamer pengalaman nyemil grinti-grinti-an.

Kombinasi dahsyat nih. Dingin, susu coklat, dan Bandung !

Jadi sesuai ledekan dari temen saya, buat yang di Jakarta atau di sekitarnya, jalan ke Bandung bisa jadi pilihan!

Jumat, 07 Oktober 2016

Komunitas Matchavora !

Jadi gini ya, saya itu paling demen makan aneka cemilan rasa matcha. Mau itu cake, es krim, biskuit, minuman, atau apapun, semua saya jabanin. Entah kenapa saya doyan banget, rasa manis, trus kaya ada teh-teh gimana gitu. Saya sendiri emang suka sama teh kopi, cuma matcha ini pokoknya Jawara banget daaah !

Saya kadang suka ngeposting di path atau instagram kalau lagi nemu makanan atau cemilan matcha alias grinti (green tea). Hingga saya dipertemukan dengan teman seperjuangan yang pernah bareng-bareng garap project di Kota Solo akhir tahun 2015 kemarin, sekaligus dosen di kampus saya meskipun saya ga diajar secara langsung.



Naaah temen saya ini ternyata doyan banget juga sama grinti-grinti an, hingga akhirnya kami membuat komunitas bernama MATCHAVORA !!
Kok?
Matcha diambil dari nama makanan matcha itu sendiri, dan matchavora disrempetin kaya herbovora dan karnivora. Kalau herbivora pemakan tumbuhan, karnivora pemakan daging, maka jelaslah Matchavora adalah pemakan aneka olahan Matcha ! Dahsyat !

Kegiatan Matchavora ngapain aja?
Yaaa ga ada yang special sih, intinya cuma mengobati hasrat nyemil matcha dimanapun berada siapa tahu nemu varian baru yang legit dan sadis! Trus juga saling pamer kalau lagi makan matcha ke sesama anggota (ini ga tau bener ga kok kegiatannya saling pamer).

Kamu pemakan dan pecinta makanan rasa matcha juga??
Tertarik masuk geng Komunitas MATCHAVORA???



----------------------------
Ini lah beberapa foto grinti-grintian beberapa hari yang lalu. Kebanyakan dapet di McD yang emang lagi punya produk baru matcha !






Senin, 03 Oktober 2016

First Day IKYEP 2015

Anyeong !!!

Saya ga ada masalah mau terbang naik pesawat jam berapa saja. Tapi kalau sudah perjalanan panjang, misalnya di atas 6 jam, saya lebih memilih ambil night flight. Kenapa? Karena jelas dengan night flight saya bisa tidur dan ga perlu bingung cari cara menghindari kebosanan.

Flight saya ke Korea waktu program IKYEP kemarin juga night flight. Jadwal terbang tengah malam, transit di Hongkong sekitar 3 jam, dan lanjut ke Seoul, Korea Selatan. Semua barang berat dan berkas-berkas yang ga perlu ditenteng sudah saya masukkan ke koper. Saya praktis hanya bawa satu tas backpack.

Btw, keberangkatan program dari Jakarta ke Seoul semua delegasi Indonesia menggunakan attire A1. Kode A1 adalah kode attire untuk busana formal, yang saya pakai jas lengkap warna coklat lengkap dengan peci dan aksesori lainnya. Seragam delegasi IKYEP angkatan saya. Perjanalanan dari Jakarta – Hongkong dan Hongkong – Seoul saya isi dengan nonton film, main HP, main game, tidur, bangun, dah gitu aja sampe landing hahahaha. Overall, semuanya berjalan dengan lancaaaaaar.

Begitu mendarat di Bandara International Incheon, saya langsung disambut dari perwakilan pemerintah Korea Selatan untuk program ini, Kim Sora dan Haneul Sky Park. Dua orang ini yang berikutnya mendampingi seluruh kegiatan selama fase Korea. Sora baik hati dan helpful sebagai coordinator program dan Haneul jago Bahasa Inggris dan enak diajak ngobrol.

Foto saya bernama Haneul (kiri) dan Sora (kanan)


Begitu keluar bandara menunggu bus jemputan, langsung di sambut dengan udara dingin. Engga sejuk lagi karena memang sudah Autumn dan mendekati Winter. Tas backpack saya yang menggembung sedari Jakarta berisi coat dingin saya keluarkan. Kami satu per satu menaiki bus menuju penginapan dan bersiap untuk agenda awal di hari pertama. IKYEP is about to begin !

Oh ya, kalau ke negara empat musim macam Korea atau Jepang, menurut saya paling pas adalah saat Autumn atau Winter. Di musim gugur kita bisa dapat pemandangan yang keren karena semua pohon berubah warna menjadi kuning, coklat, dan merah marun. Buat yang doyan foto, semua tempat serasa instagramable ! Kalau di musim Winter, apalagi kalau bukan salju. Bagi orang Indonesia yang hanya punya musim hujan dan musim panas, pengalaman pergi ke tempat bersalju pasti sangat menyenangkan !

Anyeeeeeeong !

Minggu, 03 Juli 2016

Baper Menuju "Close Mic"!

Benar saudara-saudara. saya akhir-akhir ini lagi baper.
Kenapa?



Beberapa hari ke depan saya sudah harus pindah tempat kerja, dan itu berarti saya akan meninggalkan radio tempat saya bernaung hampir empat tahun.

Saya sudah mengantisipasi hal ini sebelumnya, tapi ternyata saat-saat menuju resign dari radio dan close mic karena ga bakal siaran lagi benar-benar bikin galau dan labil, *halaaaah

No more words, pokoknya lagi galau dan baper, tapi bukan yang kekinian.

AAAAAAAAaaaaaaaah already miss you PTPN Radio, all DJ, all crew, all listeners, JakaDara. *nangis di pojokan.

Selasa, 28 Juni 2016

Book Makes Me Horny



Book Makes Me Horny???
Saya sempat dibilang “sakit” sama temen saya saat saya bilang “Book Makes Me Horny”, hahaha. Emang sensasinya gitu, tapi ga merujuk pada sensasi seksual lho gan!



Oke jangan berfikir macam-macam dulu. Kalimat ini saya adaptasi dari buku “Radio Makes Me Horny” karya Ficky Hidayat. Gimana beberapa orang bisa punya sensasi-susah-dijelaskan dengan radio. Entah saat mendengarkan penyiar favorit kita, atau saat penyiar itu sendiri bisa menyapa pendengar.

Hal serupa jugalah yang saya alami dengan BUKU. Ya tidak salah, BUKU. Saya selalu punya sensasi-susah-dijelaskan sama buku. Entah dalam proses membaca, atau bahkan cuma ditoko buku doang, haha. Tapi saya juga ga “kutu buku” amat sih sebenarnya. 

Sementara itu, di rumah saya, sebenarnya saya doang yang doyan baca. Saya suka baca kalau ga salah sejak SMP. Awalnya emang suka baca komik tapi ga bertahan lama. Karena mulai kelas 2 SMP saya udah mulai baca Narnia dan Harry Potter. Lewat buku Harry Potter ini juga saya makin berani buku tebel-tebel. Dari mulai 200an halaman, sampai 700an halaman dijabanin. Trus sempat senewen baca Harry Potter and the Order of the Phoenix, tapi akhirnya kelar 1200 halaman! Buku ini juga jadi buku paling tebel yang dibaca “every single page” sampai sekarang. Warbyasaaaaaak.



Awalnya saya Cuma doyan baca buku fiksi fantasi dan buku yang enteng-enteng. Tapi makin ke sini apa yang saya baca ternyata berpengaruh pada kemampuan bahasa, kemampuan menulis, cara berfikir, dan tentu saya ilmu yang kita dapat. Sehingga sekarang saya mulai baca buku dari berbagai genre. Fiksi fantasi tetep, tapi sekarang mulai diselingi buku-buku lain seperti biografi, roman, sastra, psikologi, dan lain-lain.

Balik ke sensasi-sudah-dijelaskan, secara misterius buku juga bisa memperbaiki mood saya kalau lagi berantakan. Saya emang terbiasa paling ga 2 bulan sekali bongkar-bongkar buku buat cek  mana aja yang ga ada: dipinjem atau lupa naruh. Biar ga ilang. Selain itu juga buat “angin-angin” buku saya biar ga kena jamur. Naah kalau tiba-tiba saya lagi ga bagus mood nya (yaelah labil juga masih), saya tinggal bongkar buku-buku saya, sambil dibersihin, cek mana aja yang ga ada, dan taraaaaaaaaaaaaa, mood saya kembali bagus. It’s magic! Bener-bener deh, “Book Makes Me Horny!”

Senin, 04 April 2016

#PPAN – Di Saat Kamu Takut Tidak Berhasil, Saya Justru Pernah Gagal



Hi !
Saya menulis lagi, dan kali ini saya ingin menulis tentang Pertukaran Pemuda Antar Negara (PPAN). Ini tulisan PPAN saya pertama di blog. Sebelulmnya pengalaman di PPAN sudah saya share terlebih dahulu di facebook dan instagram. 

Awal semester pertama di bulan Maret/ April seperti ini sedang ramai dibuka pendaftaran untuk Pertukaran Pemuda Antar Negara (PPAN) di berbagai provinsi di Indonesia. Untuk kamu yang ingin mendaftar program dengan 6 negara tujuan harus bersiap-siap di bulan-bulan tersebut. Seleksi akan dilakukan di provinsi masing-masing sesuai KTP dengan waktu yang berbeda-beda. Untuk Jawa Tengah, pendaftaran sudah dibuka sampai 6 April, jadi silakan kepoin langsung di www.pcmijateng.com

Pria-pria delegasi Jawa Tengah untuk PPAN 2015,
ditambah alumni ASVI 2014. Dwiyan (India),
Ulfa (India), Dhito (Jepang-ASEAN), saya (Korea)


Saya sendiri join PPAN 2015 untuk program Indonesia-Korea Youth Exchange Program (IKYEP). Seleksi saya lakukan di bulan April atau Mei tahun kemarin dan program dilaksanakan di bulan Oktober dan November. Di semester pertama awal adalah jadwal seleksi, dan keberangkatan program di semester kedua (Agustus-Desember), berbeda untuk tiap program. Penjelasan program saya jelaskan lain waktu ya, atau kepoin web dan socmed PCMI juga boleh. Saya di sini lebih ingin berbagi tentang bagaimana saya akhirnya bisa daftar PPAN, ikut seleksi, hingga akhirnya lolos seleksi untuk bisa join PPAN. 

Jadi, saya pertama kali tahu tentang program PPAN di tahun 2012 karena melihat poster yang ditempel di mading kampus. Kesempatan untuk jadi Duta Muda Indonesia, terlebih dengan pilihan negara yang beragam, membuat saya memutuskan untuk mendaftar. Waktu itu berkas yang harus saya urus memang lumayan banyak, tidak jauh berbeda dengan berkas seleksi tahun ini. Semua berkas selesai saya dapatkan dan saya kirimkan ke panitia seleksi. Selang beberapa hari keluarlah pengumuman peserta yang lolos administrasi, nama saya masuk di sana. Akhirnya saya kepo di internet mengenai bagaimana seleksi PPAN. Meskipun saya tidak paham bagaimana gambaran detailnya, secara umum saya tahu sistem seleksinya.

Karena menggunakan sistem gugur, saya update beberapa info mengenai Jawa Tengah dan terkait info negara tujuan untuk persiapan seleksi awal tertulis. Saya baca-baca buku yang memuat info terkait dan browsing di internet. Hingga saat hari seleksi tiba, saya berangkat ke Semarang. Seleksi tertulis dimulai. Kalau tidak salah ada 100 soal, dan saya terheran-heran karena saya hanya yakin dengan 50 jawaban saya, bahkan mungkin kurang, haha. Dalam hati saya merasa bego ga bisa jawab pertanyaan di tes tertulis dengan baik. Benar saja, saat diumumkan yang lolos seleksi tertulis, nama saya tidak ada di 10 peserta tersebut.

Akhirnya saya pulang ke Solo, saya gagal di PPAN 2012. Berhenti? Tidak. Singkat cerita karena saya merasa bego ga bisa lolos tertulis, saya memutuskan langganan koran Kompas. Kenapa? Karena tes waktu itu memang banyak yang mengenai pengetuan umum. Saya memang masih penasaran buat ikutan PPAN lagi, dan ini jadi semacam langkah yang coba saya usahakan, hehe. Tahun berikutnya saya mau daftar PPAN, tapi ternyata kuota untuk laki-laki tidak ada. Saya tunggu lagi tahun berikutnya. Tapi karena suatu hal saya ga bisa daftar. Akhirnya saya fokuskan lagi untuk memperbanyak pengalaman di dalam maupun luar kampus. Hingga akhirnya muncullah pengumuman seleksi PPAN 2015 dengan pilihan negara Korea, India, dan Jepang-ASEAN. Pilihan saya jatuhkan ke Korea, negara asal SNSD dan Super Junior, hehe.

Saya hadapi seleksi dengan segala macam persiapan yang saya lakukan dari tahun 2012. Ini semacam perjuangan yang patut diperjuangkan. Tes tertulis dimulai, saya buka soalnya. Saya lebih percaya diri ketimbang tahun 2012 kemarin. Selesai tes tertulis, pengumuman pun keluar. Saya memang lebih yakin dari tahun sebelumnya, tapi dengan ratusan peserta lain dan hanya diambil 10 tiap program yang lolos seleksi tertulis, saya senewen juga. Hingga nama saya pada akhirnya masuk 10 besar program IKYEP. Tahu perasaan saya waktu itu? Saya dalam hati bilang, “Akhirnya saya udah ga bego lagi,” hahahahaha. Langganan koran Kompas 2 tahun berbuah manis, hehe. 

Lanjut seleksi FGD. Group saya kebagian tema pariwisata, saya pun diam-diam girang karena saya cukup menguasai tema ini. Kata orang, mungkin ini yang disebut “semesta mendukung”.Diskusi dalam FGD berjalan dinamis, cara pandang masing-masing peserta dikeluarkan. Senewen waktu pengumuman 5 besar untuk lanjut di tahap wawancara pun masih terasa. Tapi kelegaan muncul saat nama saya masuk 5 besar IKYEP! Saya bersyukur, “saya udah ga bego lagi, dan berhasil lolos FGD”, haha.

Saat wawancara, saya jadi lebih percaya diri. Saya selesaikan semua pos dengan lancar. Waktu unjuk bakat, saya membawakan seni pedalangan mengadobsi “Wayang Kampung Sebelah”. Ternyata juri waktu itu kenal dengan pak Jlitheng sang pembuat wayang, saya waktu interview juga sempat ngobrol soal wayang ini. Selesai semua rangkaian seleksi saya pulang ke Solo dengan perasaan lega sambil harap-harap cemas.

Pengumuman kandidat yang lolos ternyata telat beberapa hari. Saya makin galau menunggu pengumuman, haha. Sampai pada hari Jumat dan saya dapat pesan whatsapp dari PCMI Jateng, saat saya buka saya juga sudah tergabung di group PPAN 2015, saya sempat ga percaya. Saya cek web PCMI Jateng, benar saja nama saya terpilih menjadi delegasi Jateng untuk IKYEP 2015! Sensasi saat buka pengumuman itu bahkan masih teringat jelas sampai sekarang (serius ini ga lebay, haha). Saya kadang suka senyum-senyum sendiri mengingat bagaimana perjuangan untuk lolos PPAN ini.

Seleksi PPAN 2016


Jadi untuk pemuda-pemudi yang ingin mendaftar PPAN tahun ini, ga perlu minder ga perlu khawatir. Kalau ngomongin pengalaman dan networking, kamu bakal dapat banyaaaak buangeeeet. Ga perlu minder dan takut. Karena kalau kamu takut ga lolos, saya justru pernah gagal.

Untuk yang belum daftar silakan kepoin www.pcmijateng.com atau via facebook twitter dan instagram. Untuk yang sudah daftar, semoga berhasil. Sampai jumpa di seleksi PPAN 2016 di Semarang!

Kalau mau tanya-tanya soal PPAN juga bisa kontak saya di line @ericoffe