Explore

Tampilkan postingan dengan label Jalan-Jalan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Jalan-Jalan. Tampilkan semua postingan

Minggu, 15 Desember 2013

Handsome Boy Saloon di UMK Kota Bharu


Masalah grooming atau perawatan diri memang sudah sering dilakukan tidak hanya kaum hawa, tapi juga kaum adam. Nah siang hari saya lagi jalan-jalan di sekitar kampus UMK, di Kota Bharu. Niatnya Cuma jalan-jalan aja sambil beli cemilan dan minum di Sevel. Waktu saya jalan saya menemukan sebuah kedai/ toko yang menawarkan perawatan khusus untuk pria. Yaaaaak, benar! Ini benar-benar untuk pria. Karena dari papan petunjuknya memang diperuntukkan untuk pria. 

Handsome Boy Saloon di dekat UMK Kota Bharu
Handsome Boy Saloon

Kalau biasanya salon/ tempat perawatan tubuh dibuat untuk wanita dan setelah itu baru merentangkan sayap dengan membuka jasa untuk pria, kalau yang satu ini sepertinya memang dibuat benar-benar untuk pria. Saya sih ga coba masuk, hahaahahaha, udah kabur duluan kehausan menuju sevel, hahaaaaaa

Kalau dari papannya salon ini ada jasa cuci rambut, meluruskan rambut, hingga facial khusus pria, hohohoohhoooo

Selasa, 10 Desember 2013

Songkhla, Thailand ! สงขลา, ประเทศไทย

Pesona film Asia memang mulai dilirik penikmat film Indonesia. Entah karena korean wave yang kemudian menjalar ke film-film tetangga seperti film Taiwan dan Thailand, namun yang jelas film-film dari negara Asia memang menjadi alternatif disaat film Hollywood menjamur dimana-mana. Tapi saya belum akan bercerita soal film Asia di sini, hehehee

Saya memang mempunyai kecenderungan menyukai negara yang memiliki bahasa dengan aksaranya sendiri. Misal Jepang dengan Kanji dan Kana nya, kemudian Korea dengan Hangul, China dengan Kanji, ataupun Thailand dengan aksara Thai yang teman-teman saya bilang mirip cacing, hehhee.

Tak dapat dipungkiri Thailand memang memiliki pesonanya sendiri. Saya cukup tertarik dengan bahasanya yang kalau dilafalkan terdengar unik, dan sekali lagi dengan aksaranya. Hahahahahhaha

Pertama kali ke Thailand, tapi saya malah belum pernah ke Bangkok. Lhoooh? Karena destinasi saya waktu pertama kali ke negeri 'gajah putih' ini adalah Songkhla, di Thailand Selatan. Waktu itu saya menginap di Lee Garden Plaza Hotel. Waktu di sana tepat tanggal 31 Oktober, you know what? Helloween cuuuuuy ! dan ini pertama kalinya saya nonton perayaan Helloween, karena di kota saya berasal ga ada peryaan macam ini. Adapun paling dari event yang dibuat suatu mall, itu paling cuman main di ornamen-ornamen aja.

Pemandangan Songkhla dari Hotel Lee Garden Plaza, diambil jam 6.50 waktu setempat.

Sawaddi Kab
สวัสดี
:)

Rabu, 20 November 2013

You Can Stand Under My Umbrella - Tempat Nongkrong UMK !

Setiap kampus pasti memiliki ruang terbuka yang biasanya dipakai untuk nongkrong mahasiswanya. Entah dipakai untuk belajar kelompok, diskusi kuliah, rapat organisasi kampus, atau tempat pacran murah meriah, hahahahahahaaaa.

Kalau di kampus saya di Solo, tempat nongkrngnya sering disebut "Public Space" (ruang publik). Di sini biasanya ramai mahasiswa yang sedang meeting tugas kuliah, diskusi, atau pertemuan-pertemuan lain yang dilakukan oleh mahasiswa. Tempatnya cukup luas, dan ada beberapa kursi serta papan pengumuman.

Naaaah, kalau tempat nongkrongnya mahasiswa di Universiti Malaysia Kelantan (UMK) berbeda. Waktu saya ada program di sana, tempat nongkrongnya keren banget daaaah. Sepertinya tempat ini emang dirancang beda dari pada yang lain. Konsepnya memang dibuat seperti taman, tapi yang unik di langit-langit kamu akan menemukan payung-payung beraneka warna tergantung. Dijamin nyaman deh kalau nongkrong di sini. Pertama saya lihat saya langsung pengen nyanyi Umbrella-nya Rihanna, hahahahaahah. 

When the sun shines, we’ll shine together
Told you I'll be here forever
Said I'll always be a friend
Took an oath I'm a stick it out till the end
Now that it's raining more than ever
Know that we'll still have each other
You can stand under my umbrella
You can stand under my umbrella
(Ella ella eh eh eh)
Under my umbrella
(Ella ella eh eh eh)
Under my umbrella(
Ella ella eh eh eh)Under my umbrella

Hahahahahahahahahahah



Oh ya, di sini juga ada spa yang dikelola oleh mahasiswanya. Ada harga khusus mahasiswa sih, tapi waktu saya mampir saya malah ga nyobain. Heheheheheee



Selasa, 19 November 2013

Pertama Kali Naik Kereta Ekonomi !

Entah kenapa bulan ini saya lagi keranjingan jalan-jalan, ditambah sikon lagi mendukung banget. Beberapa tugas negara (sebutan saya untuk tugas dari kampus, tugas dinas masa menjabat jadi Putra Solo, atau tugas lainnya yg dilakukan di luar kota) pas banget dengan tempat-tempat yang lagi pengen saya samperin. Kali ini bukan tugas negara sih, tapi bener-bener jalan-jalan!

Sekarang ceritanya saya memutuskan untuk jalan-jalan ke Malang, bersama temen kampus. Ada 10 orang yang siap berangkat, tp satu teman saya membatalkan karena suatu alasan tertenu, okelah saya berangkat dengan 8 teman saya, total kami ada 9 orang. Komposisi yang sama persis saat saya ke Malaysia beberapa hari sebelumnya.

Ya, saya kembali menggunakan transportasi yg sudah saya sering pakai, kereta ! Tapi ini kereta ekonomi pertama saya ! Beeeeeeeeeh, bukannya kenapa-kenapa, tp saya memang blm pernah naik kereta ekonomi, seringnya bisnis, eksekutif paling kalau dapet tiket dari tugas negara atau uang transport lebih dari bos besar (bapak !). Misal jalan-jalan ini saya lakukan beberapa tahun sebelumnya, mungkin saya akan males banget. Kenapa? Karena masa itu kereta kelas ini (ekonomi) terkenal dengan rebutan tempat duduk, orang jualan dimana-mana, dan bawaan yang rada ga lazim, bisa jadi kamu menemukan ayam bahkan kambing ! God ! Tapi sekarang beda cerita, eh? Karena sejak muncul peraturan baru, kereta kelas ekonomi sudah dijual berdasarkan nomor tempat duduk, walaupun penjual masih beredar dimana-mana ! Meskipin begitu, budaya rebutan tempat duduk ternyata masih berbekas. Saat saya masuk gerbong 5, tempat duduk saya dan teman saya sudah dipakai, ga cuma dipakai duduk, tapi dipakai tidur lengkap dengan bantal dan selimut, cuy! Buseeeet deeeeh. Saat kami datang bapaknya udah rada ga enak gitu harus pindah di tengah tidur imutnya. Beeeeeeh.....

Naaaah, satu pengalaman unik yang sepertinya bakal jadi lelucon dengan teman saya bersembilan beberapa hari ke depan. Ceritanya gimana? Udah sering dong denger penjual yang merapalkan barang dagangan dengan nadanya masing-masing dan dengan berulang-ulang? Misalnya "pokari,pokari.pokari.pokari........" untuk penjual yang menawarkam minuman isotonik merek Pocari Sweat, atau "mijon.mijon.mijon.......," untuk minuman MyZone. Yang baru kali ini, saya menemukan penjual yang khusus menjual TEH KOTAK ! Ya benar ! Teh kemasan tetra pack yang gampang dibeli di minimarket itu, tapi kali ini ditawarkan oleh bapak-bapak kira2 35an tahun. Si penjual pocari atau mijon biasanya bergaya bawa termos dan mendekati penumpang. Kalau sang target pembeli udah keliatan ga minat yaudah penjual pergi. Apalagi kalau sang target udah bilang "engga pak," atau melambaikan tangan, itu berarti penolakan, jadi saya sarankan kalau kamu jadi sang penjual, mendingan ngilang deh. Tp beda sama penjual Teh Kotak! Hampir satu versi dengan pocari dan mijon, sang bapak mengatakan dagangan dengan "tekotaktekotaktekotaktekotaktekotak........!" sambil Teh Kotak nya dideketin ke muka saya dengan jarak sangan dekat, bahkan kalau saya julurin lidah, kayanya saya bisa jilat Teh Kotaknya deh, dan itu dilakukan ke semua penumpang yang ditawarin !

Jadi, bayangkan gaya bapak ini di benak kamu !
Bayangin men, bayangin kek gini !
"tekotaktekotaktekotak !" sodorin ke muka mbak mbak
"tekotaktekotaktekotaktekotaaaaaak....." sodorin ke muka mas mas
"tekotaktekotaktekotaktekotaktekotaaaaaaaakkkk.." sodorin ke muka emak emak,
Saat mendekati dan nyodorin ke muka saya, "tekotaktekotaktekotaktekotakkkkkk......." langsung pura-pura pingsan !

Saya jalan-jalan ke sini nih :D

Selasa, 12 November 2013

Kekuatan Brand ! Mie Malaysia !

Dalam sebuah masa, entah karena satu-satunya merek atau populernya sebuah produk, bisa membuat nama sebuah brand sangat dikenal. Bahkan bisa jadi sampai istilah asli di suatu bahasa justru tidak dikenal. Yang paling gampang dilihat adalah istilah pasta gigi pernah sangat populer dengan istilah ‘pepsodent’, padahal ini adalah brand/ merek dagang. Ada juga ‘autan’ yang merujuk pada lotion anti nyamuk.

Sama halnya dengan yang saya jumpai di negeri tetangga. Sebelum bertolak ke negeri Jiran, Malaysia, saya sebeulumnya punya seorang kawan yang berada di Sabah, Malaysia yang letaknya di Pulau Kalimantan/ Borneo. Teman saya ini adalah mahasiswa seni yang notabene ga jauh beda sama di Indonesia, yang namanya mahasiswa pasti doyan banget sama mie instan! Bisa jadi karena harganya yang murah dan dengan rasa yang ueenaaaaaak.

Teman saya ini pernah cerita bahwa dia suka sekali makan mie instan, pernah dalam seminggu dia hampir tiap malam makan mie instan. Nah trus? Kejadiannya waktu dia bilang kalau makan Maggie, saya langsung bingung apa pula ‘maggie’ ini. Saya cari di googgle translate arti maggie dalam bahasa malaysia, dan ga mungkin ketemu juga sih, hahahaaha. Dan saya jadi ingat ‘maggie’ penyedap makanan! Tp ga mungkin juga kan teman saya ini doyan banget makan penyedap makanan, hmmmmm. Saya sempat tanya ‘maggie’ apaan, dan ternyata maggie means noodle, alias mie, alias bakmi, wohoohohohohhohoho. Ga tahu juga sih apa ini juga termasuk kekuatan brand mie dari merek Maggie sehingga istilah mie jd hilang, terganti dengan nama ‘maggie’.

Mie Maggie di Sevel dekat kampus UMK. Harganya RM 1,4 atau Rp5.000
dan ada rasa Tom Yam !

Saat saya jajan di 7 Eleven di deket kampus UMK (Universiti Malaysia Kelantab), emang banyak banget mie dengan merek “Maggie” dipajang siap dibeli. Kesimpulan saya mie di sini emang rajanya Maggie. Tapi jangan salah, kalau menurut saya mie instan paling enak masih lah dari Indonesia, bukan bermaksud ngiklan, tapi siapa coba yang ga suka Indomie atau Mi Sedaap? Hahahahaha. Bahkan mi Indonesia ini juga lumayan banyak di Malaysia, apalagi di Sabah yang dekat dengan perbatasan darat Indonesia. Saya juga nemu lho iklan Mi Sedaap di Malaysia, waktu habis makan dari Payang Serai. Artis/ brand ambassadornya juga dari Indonesia juga, si Samuel Zylgwyn :D

Ini dia iklannya mie Sedaap yang saya lihat sewaktu pulang dari makan di  Payang  Serai

Eh, tapi baru baru ini saya tanya sama teman saya yang di sabah itu, kalau maggie memang bahasa Malaysia untuk mie/ noodle, nah looooo, saya tambah bingung malahan....

Jalan-Jalan Naik Kereta . Solo !

Saya termasuk yang sering bepergian dari Solo naik kereta, baik untuk mengahadiri acara/ undangan tertentu, atau untuk jalan-jalan :D

Stasiun kereta di Solo sendiri ada 3, stasiun Balapan untuk kereta bisnis dan eksekutif, dan sisanya di stasiun Purwosari dan Jebres. Bagi yang berniat ke Solo naik kereta, di dekat stasiun Balapan ada beberapa penginapan yang bisa dipilih. Untuk kelas hotel ada Pose In hotel yang bisa diakses dengan jalan kaki,  harganya sekitar 250-300 ribu/ malam. Yang kelas hostel di sebelah stasiun tepat ada hostel Jayakarta, harganya termurah saya pernah cek Rp75.000/ malam. Kalau untuk stasiun Purwosari karena letaknya di tengah kota, kamu punya banyak pilihan mulai hotel berbintang sampai hostel. Jika pilihan kamu turun di stasiun Jebres, hotel Orange, yang dulunya bernama hotel Asia bisa menjadi pilihan. Sekarang hotel ini juga lagi promo, kalau ga salah harganya Cuma Rp198.000/ malam J

Stasiun Jebres, Solo tampak dalam. sumber: www.kereta-api.co.id
Stasiun Jebres, Solo tampak luar. sumber: www.kereta-api.co.id

Oh ya, kembali ngomongin kereta, banyak pilihan jurusan jika kamu hendak pergi dari atau ke Solo dengan kereta. Tersedia kereta dari dan ke kota Solo dari kota besar di pulau Jawa, seperti Jakarta, Bandung, Malang, dan Surabaya. Untuk kota tetangga, kamu juga bisa naik kereta lokal untuk pergi ke Jogja. Bahkan dengan berhenti di stasiun Tugu Jogja, kamu bisa langsung jalan-jalan ke Malioboro, tepaat di sebelah stasiun Tugu :D asiiiiik. Ada beberapa macam jenis keret ke Jogja. Kereta prameks seharga Rp10.000 tanpa tempat duduk dan AC. Sebenarnya kereta Prameks ini ada tempat duduk yang menempel di dinding kereta, tapi seringnya saya tidak dapat tempat duduk karena kereta ini selalu penuh. Selain Prameks ada juga kereta Madiun Jaya AC dan kereta Sriwedari, dua kereta ini harganya Rp20.000. Kenapa lebih mahal? Karena semua penumpang dapat tempat duduk, lebih nyaman, dan bahkan untuk kereta Sriwedari, interior di dalamnya seperti kabin pesawat. Saya juga baru sekali naik kereta Sriwedari, tapi kalau untuk Prameks dan Madiun Jaya sudah sering sekali, hehehe. Waktu tempuh hampir sama kurang lebih satu jam.

Eh, selain kereta transportasi antarkota, di Solo ada lho kereta yang super keren, namanya kereta Jaladara. Kereta ini masih berupa kereta model lama, menggunakan bahan bakar kayu, dan interiornya juga klasik banget deh. Uniknya lagi, jalur kereta/ rel nya berada di pusat kota (Jl. Slamet Riyadi) dan ini adalah satu-satunya rel di Indonesia yang terletak di tengah kota.

Untuk info kereta Jaladaraa bisa ke sini



Jumat, 18 Januari 2013

Pokdarwis Jawa Tengah dan Pokdarwis Bali

Hi semua :D

Kali ini ceritanya saya lagi liburan ke Bali. Bukan liburan juga sih, soalnya ini ke Bali karena ada agenda Temu Mitra antara Pokdarwis Jawa Tengah dengan Pokdarwis Bali. Saya yang ikut dari Pokdarwis Jawa Tengah mewakili Pokdarwis Kota Surakarta/ Solo. Dari Solo yang berangkat ada saya, Monika, sama Marisa, yaaaah saya emang satu-satunya perjaka dari Solo, haha. Buat yang bingung Pokdarwis apaan, itu kependekan dari Kelompok Sadar Wisata. Jadi sebuah lembaga yang berisi masyarakat yang memiliki kesadaraan akan potensi-potensi wisata.

Sebelumnya kenapa saya akhirnya bisa ikutan gabung dengan tim Pokdarwis Jawa Tengah, hal ini karena pada bulan Oktober ada lomba konvensi pokdarwis se-Jawa Tengah yang diikuti oleh kabupaten/ kota di seluruh Jawa Tengah. Dari Kota Solo waktu itu dipilih dari duta wisata alias dari Putra Putri Solo, yang akhirnya terpilihlah Putra Solo 2012 (saya sendiri), Putri Solo 2012 (Ratih), dan Putri Solo III (Monika). Singkat cerita kami dari perwakilan Solo masuk ke dalam 9 besar finalis yang akhirnya berhak mengikuti Temu Mitra ke Bali ini nih.

Terdapat 2 agenda besar dalam Temu Mitra kali ini, yaitu kunjungan ke Desa Wisata Pinge di Tabanan, dan menyaksikan Grand Final Pemilihan Duta Wisata Nasional 2012. Waktu saya sampai di Desa Pinge di Tabanan, woooow banget deh, kenapa? Karena tempatnya masih aseeeliii banget. Ga heran juga sebenarna karena namanya aja Dewa Wisata, hehe. Sampai di sana sebenarnya udah telat parah. Jadwalnya jam 10 pagi sudah harus sampai, tapi pada kenyataannya sekitar sore jam 3an baru nyampe, hahaha. Ternyata ga cuma Jakarta, Bali juga macet, hehe. Weiiiiits, dan waktu di sana saya disuguhi dengan cemilan yang sayangnya saya lupa namanya. Wujudnya menyerupai serabi mini berwarna putih, dan ada kue berwana hijau dengan ditaburi kelapa dan gula jawa, total ada 3 jenis makanan, tapi saya hanya makan 2 saja, soalnya yang satu lagi isinya pisang, dan saya ga doyan pisang, haha.

Selesai, saya foto-foto dulu dong, meskipun foto bergaya kaya model odong, sayang juga kan ke Bali ga foto, haha. Narsis must go on *apa sih*

Trus setelah itu menuju ke hotel. Tahu kah sodaraaaa, hotel saya berada di Legian, bernama Maxi Hotel, persis 100 meter dari tugu peringatan Bom Bali. Sampai di hotel sudah hampir tengah malam, dan seperti yang kamu tahu kalau pernah ke Legian. Yap, sepanjang jalan isinya musik disko keras-keras, dengan bule-bule yang mencari kebahagian muter-muter jalan, ada yang masih waras ada juga yang mulai teler. Dan karena emang di Solo ga ada yang beginian, akhirnya saya, Monika, Marisa, dan beberapa temen dari kota lain iseng aja muter-muter ke Legian. Niatnya mau ke Pantai Kute, secara deket banget sama hotel kan.

Sepanjang jalan isinya kebanyakan bule-bule, entah cewek atau cowok, yang cekikian, pakai kaos dan celana mini ketat. Udah jadi ga kaya di Indonesia deh, halah. Ada yang sendirian, atau berdua, bahkan bergerombol se geng. Kebanyakan dengan muka yang teler abis atau hampir teler. Saya sih jalan sambil masang wajah cuek ajeeeee, haha

Trus di jalan banyak banget yang nawarin “mushroom”, yah dalam bahasa Indonesia artinya “jamur”. Tapi saya juga udah mikir ini ga mungkin jamur biasa aja. Setelah googling ternyata jamur yang ditawarkan dengan nama “mushroom” ini emang asalnya dari jamur, tapi kalau dikonsumsi bisa bikin flaaaaaaaaaaay, bisa bikan happy gitu katanya, bahagia syalalala, hahaaha.

Ok, agenda berikutnya adalah mendatangi GF Pemilihat Duta Wisata Nasional. Acaranya hari Jumat Malam, 20 Oktober 2012, di Hotel Inna Bali. Karena udah telat dimakan macet di jalan akhirnya sampai di lokasi udah masuk ke acara perkenalan. Saya terkena macet di jalan Simpang Siur karena sedang ada proyek jalan. Mungkin juga karena namanya aja Simpang Siur yeeee. Kostum yang dipakai Mas Mbak Jawa Tengah, perwakilan dari Duta Wisata Provinsi Jawa Tengah adalah Beskap Solo dan Kutu Baru. Emang dari sekian peserta dari seluruh provinsi, Jawa Tengah paling simple sekaligus paling elegan kalau menurut saya. Sempat khawatir saat diumumkan pemenangnya karena waktu perkenalan sempat kurang kompak gitu. But, akhirnyaaaaaaah, sodara-sodaraaaaa, haha. Jawa Tengah berhasil menjadi JUARA 1 Duta Wisata Nasional, hebat hebaaaaat !!! Hadiahnyaaaa, woooo, ga mail-mail, eh, ga main-main, trip keliling Asia Tenggara meeeeen (eh, tapi saya juga lupa keliling Asia atau Asia Tenggara *toeeeeeng*), dan hadiah uang tunai serta hadian lainnya.

Tiga Pemenang Duta Wisata Nasional


Okaaay saatnya happy-happy dan hura-hura. Hip hip, hoooooe, hip hip, hoeeeeee !!! hahaa
Yaaaaah, agenda utama lewat yaaah. Kegiatan lainnya sih ya berlibur gitu aja soob. Obyek wisata yang dikunjungi antara lain ada Garuda Wisnu Kencana dan Danau Bedugul.
Intinya, saya senang :D



“Mari berbahagia, mari bersenang-senang,” - Erico Putra -